Sejarah Singkat

Madrasah Aliyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang yang berada dibawah naungan Kementerian Agama, bertugas sebagai pembentuk kader bangsa yang memiliki landasan keimanan dan keislaman guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Maka dengan berdirinya MAN 2 Sleman, diharapkan kebutuhan umat Islam di daerah Depok dan sekitarnya akan terpenuhi.

 

MAN 2 Sleman memiliki keunikan dibanding MA lainnya, awalnya didirikan oleh Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (YAKETUNIS) yang bekerjasama dengan MWC NU kecamatan Depok mendirikan PGALB bagian A (Tuna Netra) selama 6 tahun dengan harapan anak–anak Tuna Netra dapat mengikuti pendidikan sebagaimana mestinya orang-orang sempurna yang fisiknya

 

Pada tanggal 10 Juli 1978 lembaga pendidikan yang dibangun oleh YAKETUNIS ini mendapatkan SK tetap bernama PGALB/A dengan SK No.143. 1968 yang dikepalai seorang Tuna Netra pula bernama Bapak Supardi Abdushomad. Adapun tokoh-tokoh yang ikut mendirikan lembaga pendidikan ini adalah :

  • Alm. Bapak Noto Wiarjo ( Kadus Denokan, Maguwoharjo )

  • Bapak H. Subandi, BA dan Bapak Syarkowi ( Mantan Pimpinan MWC NU Kecamatan Depok, Sleman )

  • Alm.Bapak Solihin dari YAKETUNIS

  • Bapak H. Abdul Fatah ( Mantan Pembantu Kepala Bagian Kesra Kelurahan Maguwoharjo )

 

Lembaga Pendidikan ini berupaya mendidik generasi penerus bangsa yang siap pakai terutama untuk mempersiapkan mereka menjadi pendidik atau guru agama di sekolah-sekolah luar biasa yang ada.

 

Kurikulum dalam PGALB dengan kelas A untuk Tuna Netra dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Kurikulum PGAN

  • Kurikulum yang berkaitan dengan Tuna Netra, meliputi :

    • Baca & tulis huruf Braille

    • Ilmu Jiwa Khusus Tuna Netra

    • Rehabilitasi Tuna Netra

    • Bimbingan dan Penyuluhan Tuna Netra

 

PGALB bagian A pada perkembangannya mengalami beberapa perubahan, yaitu pada tahun 1972 berubah menjadi PGA LBN (Pendidikan Guru Agama Luar Biasa - Enam Tahun). Kemudian perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 16/1978, PGA LBN ini dipecah menjadi dua bagian yaitu :

  • MTsN Maguwoharjo yang berlokasi di Desa Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

  • MAN Maguwoharjo yang berlokasi di desa Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Dengan adanya pemecahan tersebut maka guru dan tenaga administrasi dibagi dua. Sebagian bekerja di MAN Maguwoharjo dan sebagian lagi di MTsN Maguwoharjo. Pembagian ini dilaksanakan pada tahun 1980. Setelah kurun waktu berikutnya MTs N Maguwoharjo dan MAN Maguwoharjo berkembang pesat, baik dari segi sarana, prasarana maupun SDM yang dihasilkan.

Dan sesuai keputusan Menteri Agama RI No. 372 Tahun 2015 tentang Perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di lingkungan Propinsi Daerah Istimewa yang diperkuat SK Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi DIY Nomor 68 Tahun 2017 tentang Pemberlakuan Perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di lingkungan Propinsi Daerah Istimewa  maka nama MAN Maguwoharjo berganti nama menjadi MAN 2 Sleman. 

 

Kepala sekolah yang pernah memimpin, yaitu :

a. Supardi Abdushomad ( 1968-1972 )

b. Drs. H. Umar Samsul ( 1972-1989 )

c. Drs. H. Abdullah Hadziq ( 1989-1994 )

d. H. Sumidi, BA ( 1994 – 1999)

e. Drs. Maridi ( 1999 – 2005 )

f. Drs. Ismananto Azis ( 2005 – 2007 )

g. Drs. Mawardi, M.Pd.I ( 2007 – 2008 )

h. Drs. H. Imam Nooryanto, M.Pd (2008 – 2009 )

i. Drs. H. Bukhori Muslim, M.Pd.I (2009 – 2014 )

j. Drs. Aris Fu’ad  (2014 – 2018)

k. Ali Asmu’I, S.Ag, M.Pd (2018-sekarang)

Facebook Comments