MAN 2 Sleman – Tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) mendapat undangan resmi untuk menjadi narasumber dalam kegiatan pendampingan penyelenggaran madrasah inklusif yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada hari Selasa (24/2/26) di Kankemenag Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di aula kantor dan diikuti oleh para operator, guru, atau kepala madrasah inklusi di lingkungan Kemenag Kota Yogyakarta.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait mekanisme penyelenggaraan madrasah inklusi. Kemudian, Tim ULD MAN 2 Sleman hadir untuk memberikan pelatihan pengisian instrument Profil Belajar Siswa (PBS), sehingga setiap madrasah dapat memasukkan data seluruh murid penyandang disabilitas. Kehadiran TIM ULD MAN 2 Sleman juga untuk berbagi pengalaman cara pengisian PBS.
Sari Dwi Hartiwi, S.S. (Koordinator ULD) dan Suratini, S.Pd. (Anggota Tim ULD) yang hadir menyampaikan ucapcan terima kasih telah diberikan kesempatan untuk berbagi. Suratini menyampaikan terkait dengan tantangan dan kekuatan ke depan dalam mempersiapkan madrasah inklusi. Dilanjutkan Sari Dwi Hartiwi menyampaikan cara pengisian PBS.
Dalam sesi pemaparan materi, TIM ULD menjelaskan langkah-langkah teknis pengisian PBS secara rinci, mulai dari tahap persiapan data, proses input, hingga unggah data. Selain itu, peserta juga mendapatkan simulasi langsung agar dapat memahami praktik pengisian secara komprehensif.
Katim 3 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Abd. Naim, Kota Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan TIM ULD untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas tata kelola data di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan bahwa untuk MAN 2 Sleman telah mengisi profil belajar siswa dan telah diunggah ke emis. “Semoga madrasah inklusif dapat segera menyusul.” Profil Belajar Siswa (PBS) diharapkan mampu memberikan perspektif inklusif, khususnya dalam memastikan bahwa proses pendataan dan pelaporan memperhatikan aspek fungsional, aksesibilitas, dan kebutuhan penyandang disabilitas. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang aktif dari para peserta. Di akhir acara, dilakukan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kolaborasi antara TIM ULD dan Kankemenag Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan data.(SARIDH)

MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH