MAN 2 Sleman — MAN 2 Sleman kembali mengoptimalkan fungsi Perpustakaan Bahrul Ilmi sebagai ruang kolaborasi akademik dan pusat layanan inklusi. Pada Senin (23/2/2026), perpustakaan menjadi lokasi kegiatan wawancara antara Tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) MAN 2 Sleman dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas perkuliahan mahasiswa dalam menyusun buku tentang pelayanan pendidikan inklusi bagi anak autis. Pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai tempat wawancara menunjukkan peran strategis perpustakaan tidak hanya sebagai pusat sumber belajar, tetapi juga sebagai ruang layanan akademik yang representatif, nyaman, dan kondusif untuk diskusi ilmiah.
Wawancara dilakukan bersama guru pendamping khusus, Faiqotul Ma’la, S.Pd., yang selama ini menangani murid autis di MAN 2 Sleman. Dalam sesi diskusi, dibahas secara komprehensif mengenai karakteristik anak autis, perkembangan emosional dan sosial, serta praktik pelayanan pendidikan inklusif di madrasah. Mahasiswa juga memanfaatkan koleksi referensi pendidikan inklusi yang tersedia di perpustakaan sebagai penguatan teori dalam penyusunan buku.

Kepala Perpustakaan, Nurul Latifah Fauziyah, S.Pd., menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan akademik yang berorientasi pada nilai kemanusiaan dan inklusi. “Perpustakaan Bahrul Ilmi kami hadirkan sebagai ruang yang terbuka untuk kolaborasi, riset, dan diskusi ilmiah. Kami ingin memastikan setiap kegiatan akademik yang berlangsung di sini mendapatkan dukungan fasilitas dan referensi yang memadai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan inklusi merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan setara. “Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang kolaborasi ini menunjukkan bahwa literasi dan inklusi berjalan beriringan. Kami mendukung penuh sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan kajian serta praktik pendidikan ramah bagi semua peserta didik,” tuturnya.
Buku yang tengah disusun mahasiswa tersebut akan terbagi menjadi tiga seri dan dikerjakan oleh tiga kelompok, sehingga nantinya akan menghasilkan tiga buku dengan fokus pembahasan yang saling melengkapi.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Bahrul Ilmi semakin menegaskan fungsinya sebagai pusat layanan informasi dan ruang kolaborasi akademik yang mendukung terwujudnya pendidikan inklusif. Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi ruang bertumbuhnya gagasan, kepedulian, dan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang ramah, setara, dan berkeadilan.
MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH