Sleman (MAN 2 Sleman) – Dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten (OSN-K), MAN 2 Sleman mengintensifkan Bimbingan Olimpiade Kebumian yang dipusatkan di Perpustakaan Bahrul Ilmi. Pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat kegiatan akademik ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penguatan literasi dan pendalaman materi kebumian secara komprehensif.

Kegiatan bimbingan dilaksanakan secara bertahap mulai akhir Maret hingga pertengahan April 2026 dengan mencakup berbagai cabang ilmu kebumian, di antaranya geologi, oseanografi, meteorologi, dan astronomi. Pada Selasa (31/3), siswa mengikuti tes pendahuluan sekaligus pendalaman materi geologi meliputi pembentukan bumi, struktur dalam bumi, serta mineralogi fisik. Kegiatan dilanjutkan pada Rabu (1/4) dengan materi petrologi dan geomorfologi atau bentang lahan.

Selanjutnya, pada Kamis (2/4), peserta mempelajari hukum stratigrafi dan paleontologi sebagai bagian penting dalam memahami sejarah bumi. Memasuki pekan berikutnya, Selasa (7/4), materi beralih ke oseanografi yang mencakup pembentukan samudera, gelombang, arus, serta pasang surut. Pada Kamis (9/4), siswa mendapatkan pembekalan materi meteorologi.
Tidak hanya itu, materi astronomi juga menjadi bagian penting dalam bimbingan ini. Pada Selasa (14/4), siswa mempelajari fisika keplanetan, yang kemudian dilanjutkan dengan tata koordinat astronomi pada Rabu (15/4). Di akhir sesi, siswa mengikuti tes akhir sebagai simulasi OSN-K guna mengukur pemahaman dan kesiapan mereka.
Adapun siswa yang mengikuti bimbingan Olimpiade Kebumian ini adalah:
1. Aurelia Salsabila Maharani (X E)
2. Farcha Kayyisa Amalia Nurirtsa (X E)
3. Rafi Darajat (X E)
4. Tubagus Ahmad (X E)
5. Zahra Mashitoh (X E)
Pembina Olimpiade Kebumian MAN 2 Sleman, Sary Sutarsih, S.Pd, menyampaikan bahwa pemusatan kegiatan di Perpustakaan Bahrul Ilmi memberikan suasana belajar yang kondusif sekaligus mendukung penguatan literasi siswa. “Melalui bimbingan yang terstruktur dan intensif di perpustakaan, kami berharap siswa mampu memahami materi secara mendalam serta siap bersaing di ajang OSN-K,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran merupakan bagian dari strategi madrasah dalam meningkatkan kualitas akademik siswa. “Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan prestasi siswa,” ungkapnya.
Dengan adanya bimbingan yang terpusat di Perpustakaan Bahrul Ilmi ini, diharapkan siswa MAN 2 Sleman semakin siap menghadapi kompetisi Olimpiade Kebumian serta mampu meraih hasil terbaik di tingkat Kabupaten hingga jenjang berikutnya. (sil)
MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH