Sleman (MAN 2 Sleman) – Guru olahraga MAN 2 Sleman, Erani Saraswati, S.Pd., meraih Juara 1 Guru Inovatif Jenjang Madrasah Aliyah (MA) pada Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (AGTK) Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 625 Tahun 2026 tentang Pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi kelanjutan dari keikutsertaan Erani dalam AGTK Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2026 dengan menghadirkan inovasi media pembelajaran bertajuk STIR BANTER (Sport Tactile Interactive Barcode Learning Center).

STIR BANTER dikembangkan sebagai media pembelajaran olahraga inklusif bagi murid difabel netra di MAN 2 Sleman. Media tersebut berupa miniatur lapangan timbul yang dapat diraba, dilengkapi huruf braille serta barcode interaktif yang terhubung dengan materi pembelajaran, video, dan kuis latihan.
Melalui media ini, materi olahraga yang umumnya banyak menggunakan unsur visual dapat dipelajari melalui pengalaman taktil dan teknologi interaktif. Murid dapat mengenali bentuk dan bagian lapangan sekaligus memperoleh materi pembelajaran secara lebih mudah, mandiri, dan menyenangkan.
Erani mengatakan ide STIR BANTER lahir dari pengalaman mengajar murid difabel netra. Karakteristik materi olahraga yang banyak mengandalkan visual menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan media yang dapat memberikan akses belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.
“STIR BANTER kami kembangkan agar murid difabel netra dapat memperoleh pengalaman belajar olahraga yang lebih optimal dan setara. Harapannya, mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat belajar dengan lebih mandiri dan percaya diri,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi capaian Erani dalam Anugerah GTK Madrasah DIY Tahun 2026. Menurutnya, inovasi STIR BANTER menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif sesuai dengan kebutuhan setiap murid.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Sleman. STIR BANTER menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat lahir dari kebutuhan nyata di kelas. Semoga inovasi ini terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi pembelajaran inklusif di madrasah,” ungkap Wiranto.
Capaian Juara 1 Guru Inovatif tingkat DIY tersebut menjadi apresiasi atas kreativitas dan komitmen Erani dalam mengembangkan media pembelajaran yang aksesibel. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 2 Sleman dalam mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan murid. (SIL)