Sleman (MAN 2 Sleman)- Pada momen Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kementerian Agama Kabupaten Sleman Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd. menyerahkan karya buku pribadi
berjudul Best Practice Menjadi Kepala Madrasah Inspiratif dan Berkelas Dunia kepada Kakan Kemenag Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.Si., pada hari Kamis (29/10/2026) di Aula Atas MAN 2 Sleman.
Penyerahan buku tersebut turut disaksikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sleman, H. Achmad Fauzi, S.Ag., M.Si., dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., M.Pd.
Momen ini menjadi lebih dari sekadar serah terima karya. Buku tersebut merepresentasikan semangat berbagi pengalaman, praktik baik, dan inspirasi dari Wiranto selama memimpin serta mengembangkan lembaga pendidikan madrasah. Di tengah perjalanan pengabdian yang memasuki babak baru, Wiranto menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan dapat terus memberikan manfaat melalui karya tulis yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh para pemimpin madrasah lainnya.
Melalui buku Best Practice Menjadi Kepala Madrasah Inspiratif dan Berkelas Dunia, pengalaman menjalankan kepemimpinan madrasah diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi kepala madrasah dan pendidik dalam membangun lembaga pendidikan yang inovatif, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Bagi MAN 2 Sleman, pengembangan madrasah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga dengan penguatan karakter, inovasi layanan pendidikan, dan komitmen terhadap pendidikan inklusif. Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan madrasah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang sesuai dengan potensinya.
Penyerahan buku kepada Kakan Kemenag Sleman juga menjadi simbol pentingnya budaya literasi dan dokumentasi praktik baik di lingkungan madrasah. Pengalaman yang ditulis dan dibagikan dapat menjadi referensi untuk memperluas wawasan, memperkaya strategi kepemimpinan, serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang berkelanjutan.
Momentum Rakorpim ini pun menghadirkan pesan bahwa berakhirnya masa tugas kedinasan bukan berarti berakhirnya kontribusi. Pengalaman, gagasan, dan karya dapat terus menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan madrasah.
Dengan penyerahan buku tersebut, diharapkan semangat kepemimpinan inspiratif dan cita-cita menghadirkan madrasah berkelas dunia terus tumbuh, menguat, dan menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan madrasah di Kabupaten Sleman. (Qoma)