Sleman (MAN 2 Sleman)- MAN 2 Sleman bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sleman menyambut hangat kunjungan studi tiru dari Madrasah Terpadu Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato pada Jum’at (10/04/2026). Kunjungan ini kembali mempertegas komitmen MAN 2 Sleman sebagai madrasah rujukan penyelenggara pendidikan Inklusif.
Kehadiran rombongan dari Pohuwato yang terdiri dari Kakan Kemenag Kab. Pohuwato H. Rais Abaidata, S.Ag., Kepala Seksi Pendma Erman Hubu, M.Pd., Kepala Madrasah baik MI, MTs, MA, Waka bidang kurikulum, humas, kesiswaan beserta staf dan jajarannya disambut langsung oleh Kakan Kemenag Kab. Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., Plt. Kepala Seksi Pendma Tri Wahyuni, S.Pd., Kepala MAN 2 Sleman Drs. Wiranto Prasetyahadi., M.Pd., Kepala Tata Usaha Sri Wulandari, SE., M.M., bersama guru, dan tenaga kependidikan.
Studi tiru ini difokuskan pada penguatan manajemen pendidikan inklusif yang menjadi salah satu program unggulan di MAN 2 Sleman. Hal ini disampaikan Kakan Kemenag Pohuwato H. Rais Abaidata, S.Ag., saat menyampaikan sambutan.
“Kunjungan kami hari ini untuk belajar bersama bagaimana manajemen pengelolaan pendidikan inklusif, karena kami madrasah terpadu, maka hari ini dari kepala MI, MTs dan MA beserta jajarannya hadir untuk sharing dan belajar bersama MAN 2 Sleman,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kakan Kemenag Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas inisiatif studi tiru yang dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam layanan inklusif.
“Pendidikan inklusif merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Madrasah harus mampu menjadi ruang yang ramah, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua peserta didik,” ungkapnya.
Di akhir sambutan Nadhif menyampaikan bahwa Gorontalo dan D.I. Yogyakarta memiliki banyak kesamaan, sehingga dalam implementasi akan lebih mudah dan tidak ditemukan kendala yang berarti.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Sleman Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menegaskan komitmen madrasah dalam mengembangkan sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan program inklusi tidak lepas dari sinergi seluruh warga madrasah serta dukungan dari berbagai pihak.
Dalam sesi inti, Koordinator Unit Layanan Difabel (ULD) MAN 2 Sleman Sari Dwi Hartiwi, S.S., memaparkan praktik baik manajemen pendidikan inklusif yang telah diterapkan, mulai dari tahap perencanaan, identifikasi dan asesmen peserta didik berkebutuhan khusus, praktik baik inklusi sosial di madrasah, hingga pelaksanaan monitoring dan evaluasi.
Selain itu, dijelaskan pula strategi dan model pembelajaran, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan, serta penyediaan sarana prasarana ramah disabilitas sebagai bagian dari sistem manajemen yang menyeluruh.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas tantangan implementasi pendidikan inklusif di masing-masing daerah. Rombongan juga berkesempatan melakukan observasi langsung ke berbagai fasilitas pendukung di lingkungan MAN 2 Sleman, seperti pembelajaran di kelas, ruang ULD, serta aksesibilitas bagi peserta didik disabilitas.
Perwakilan Madrasah Terpadu Kemenag Pohuwato menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dan keterbukaan dalam berbagi pengalaman. Mereka berharap hasil studi tiru ini dapat menjadi inspirasi dan acuan dalam mengembangkan manajemen pendidikan inklusif di madrasah mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. MAN 2 Sleman pun terus berkomitmen menjadi madrasah yang adaptif, inovatif, serta ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. (Qoma)
MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH