JELANG PENERIMAAN CALON SISWA DIFABEL GRAHITA, TIM ULD ADAKAN RAPAT KOORDINASI

MAN 2 Sleman –Tersentuh hati dari harapan orang tua yang ingin mengantarkan anaknya penyandang disabilitas grahita berangkat ke sekolah, Kepala MAN 2 Sleman memberikan mandat khususnya kepada Tim ULD untuk madrasah ini mulai membuka penerimaan calon peserta didik baru jalur afirmasi khususnya bagi penyandang disabilitas grahita pada tahun ajaran baru.

Salah satu orang tua dari penyandang disabilitas grahita berharap ada sekolah yang mau dan mampu menerima keadaan anaknya, serta memberikan kesempatan yang sama untuk belajar di madrasah.

Berawal dari itulah, Tim ULD melakukan rapat koordinasi untuk persiapan membuka ragam disabilitas grahita pada hari Kamis (21/3/24) di ruang ULD. Tentunya dalam hal ini juga telah disampaikan oleh Kepala MAN 2 Sleman kepada seluruh guru dan pegawai bahwa harapannya semua guru dan pegawai dapat menerima siswa difabel grahita pada tahun ajaran baru.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Tim ULD mendiskusikan terkait syarat administrasi yang harus dipenuhi seperti ijazah, nilai rapor, hasil asesmen psikolog, dan sebagainya. Kemudian, kesiapan dalam pendampingan di kelas maupun di luar kelas, serta mempersiapkan berbagai kemungkinan layanan bakat minat yang tepat bagi calon siswa tersebut.

Suratini, Koordinator ULD, bersyukur bahwasannya sekarang ini Tim ULD sudah diperkuat dengan keberadaan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang baru, Faiqotul Ma’la, yang jurusan dan konsentrasinya sudah sesuai dengan kebutuhan ULD, yaitu terkait ragam disabilitas grahita. “Dengan keberadaan GPK baru, kami Tim ULD siap menerima dan memberikan layanan kepada calon siswa difabel grahita untuk tahun ajaran baru. Selain itu, kami juga akan memberikan rencana pelatihan bagi bapak ibu guru tentang penyandang disabilitas grahita. Tujuannya supaya seluruh stakeholder siap menerima dan melayani calon siswa tersebut.”

Edi Triyanto, Kepala MAN 2 Sleman, menyampaikan bahwa mulai menerima siswa difabel grahita merupakan salah satu langkah komitmen kita untuk menyelenggarakan Pendidikan inklusif. “MAN 2 Sleman yang menjadi madrasah pertama kali menyelenggarakan Pendidikan inklusif memang sudah seharusnya berani membuka ragam disabilitas yang lain, bahkan akan lebih baik jika siap menerima semua ragam disabilitas supaya tetap menjadi pionir bagi madrasah lain,” pungkasnya. (SDH)

 

Bagikan :

Artikel Lainnya

Akhiri Semester Genap, MAN 2 Sle...
Sleman (MAN 2 Sleman)- Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajara...
Puncak Manivers 56, Man 2 Sleman...
Sleman (MAN 2 Sleman)—Kegiatan puncak manivers 56 (mandala ann...
Puncak Manivers 56, MAN 2 Sleman...
Sleman (MAN 2 Sleman)—Masih dalam rangkaian Harlah ke-56, Sabt...
MAN 2 Sleman Gelar Pengajian Dal...
Sleman (MAN 2 Sleman)—Masih dalam rangkaian Harlah ke 56 Man 2...
MAN 2 Sleman Gelar Simaan Al-Qur...
Sleman (MAN 2 Sleman)— menyongsong puncak harlah, MAN 2 Sleman...
Kegiatan Bakti Sosial Turut Meri...
Sleman (Man 2 Sleman)—Masih dalam menyemarakkan peringatan har...

Hubungi kami di : 6285725028052

Kirim email ke kamiadmin@man2sleman.sch.id

Download App Man2Sleman

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman