SLEMAN – MAN 2 Sleman menggelar Workshop Penguatan Riset untuk Kelas X dan XI pada 11–12 Agustus 2026 di Aula Bawah MAN 2 Sleman. Mengusung tema “Dari Riset Menuju Prestasi dan Inovasi”, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk memperkuat kemampuan penelitian serta melatih mereka menemukan dan mengembangkan ide riset.
Khusus pada hari pertama, Selasa (11/8/2026), kegiatan diikuti oleh siswa kelas X. Sementara itu, pelaksanaan workshop untuk siswa kelas XI dijadwalkan pada hari berikutnya.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.20 hingga 11.50 WIB dan dipandu oleh MC Vionita, sementara jalannya sesi diskusi dan pemaparan materi dimoderatori oleh Ana Eka.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menekankan pentingnya kemampuan riset bagi peserta didik. Riset tidak hanya dipahami sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai proses untuk melatih siswa mengamati, menemukan persoalan, menganalisis informasi, serta menghasilkan gagasan dan solusi yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan riset, siswa tidak hanya belajar mencari jawaban, tetapi juga belajar melihat berbagai fenomena dengan lebih kritis. Harapannya, dari proses penelitian tersebut lahir prestasi dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi madrasah maupun masyarakat,” tutur Kepala MAN 2 Sleman.

Workshop kemudian diarahkan pada kegiatan menemukan ide penelitian. Peserta didik diajak untuk memperhatikan berbagai fenomena yang dapat dijadikan objek penelitian. Siswa kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk mengembangkan rasa ingin tahu menjadi sebuah gagasan riset yang lebih terarah.
Pemateri dalam kegiatan tersebut, Asyid Awaludin Romadhoni, M.Pd., selaku Direktur Lab. Citta Pramana, menekankan bahwa penelitian berawal dari rasa ingin tahu yang kemudian dikembangkan melalui proses berpikir yang sistematis.
“Riset itu berawal dari rasa ingin tahu. Karena itu, siswa perlu dilatih untuk peka terhadap apa yang mereka lihat, kemudian bertanya mengapa hal tersebut terjadi dan bagaimana cara membuktikannya melalui penelitian. Hari ini kami ingin mengajak siswa menemukan ide riset dari hal-hal yang dekat dengan mereka,” ujar Asyid.
Dalam aktivitas “Mission: Find Your Research Idea”, siswa dibentuk dalam kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. Setiap kelompok ditargetkan menghasilkan lima output pada kegiatan hari ini.
Lima output tersebut meliputi satu fenomena yang ditemukan atau diamati, satu hal yang membuat mereka penasaran, satu pertanyaan penelitian yang ingin diketahui jawabannya, satu topik penelitian, serta satu judul penelitian sementara.
Asyid menjelaskan, kelima output tersebut tidak hanya menjadi tugas bagi siswa, tetapi merupakan tahapan untuk membangun cara berpikir seorang peneliti.
“Target hari ini bukan sekadar membuat judul penelitian, tetapi bagaimana siswa memahami proses lahirnya sebuah ide penelitian. Ketika mereka mampu menemukan fenomena, menyusun pertanyaan, dan menentukan fokus penelitian, itu sudah menjadi langkah awal yang penting untuk menjadi peneliti,” tambahnya.

Kelima output tersebut menjadi tahapan awal bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah ide penelitian dapat dibangun secara sistematis. Melalui proses mengamati, menemukan hal yang menarik, menyusun pertanyaan, menentukan topik, hingga merumuskan judul, peserta didik dilatih untuk mengembangkan rasa ingin tahu menjadi sebuah gagasan penelitian.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Pembahasan diarahkan pada bagaimana menentukan topik yang relevan, merumuskan pertanyaan penelitian, serta membangun pola pikir kritis dan sistematis dalam menyusun sebuah penelitian.
Kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya riset di lingkungan MAN 2 Sleman. Dengan keterampilan menemukan dan mengembangkan ide penelitian sejak awal, siswa diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat.
Melalui workshop bertajuk “Dari Riset Menuju Prestasi dan Inovasi”, MAN 2 Sleman terus mendorong peserta didik untuk menjadikan penelitian sebagai sarana belajar, berkarya, dan menghasilkan inovasi yang berdampak positif. (tik)