Sleman (MAN 2 Sleman) – Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2026, murid MAN 2 Sleman, Muhammad Tsani Abiyyu dari kelas XIA, mengikuti kegiatan Technical Meeting dan Uji Coba bidang Kimia pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mulai pukul 09.00–12.00 WIB, yang diikuti dari Laboratorium Komputer MAN 2 Sleman dengan didampingi guru pembimbing. Kegiatan ini merupakan agenda wajib bagi seluruh peserta OSN-P sebagai bentuk persiapan teknis sebelum pelaksanaan kompetisi. Melalui technical meeting, peserta memperoleh informasi mengenai mekanisme pelaksanaan lomba, tata tertib, penggunaan aplikasi Computer Based Test (CBT), hingga simulasi pengerjaan soal yang akan digunakan pada saat kompetisi.

Acara dibuka dengan pengarahan umum dan sambutan oleh Maria Veronika Irene Herdjiono, selaku Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, integritas, dan semangat berprestasi sebagai karakter utama peserta Olimpiade Sains Nasional. Selanjutnya, Topana Gusiranda, selaku Ketua Tim Ajang Sains dan Riset Inovasi Puspresnas, menyampaikan kebijakan umum serta gambaran pelaksanaan OSN-P 2026. Dijelaskan bahwa pelaksanaan OSN-P akan berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia pada 27–29 Juli 2026 mulai pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sekitar 13.000 peserta dari berbagai provinsi.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sesi uji coba dapat dilaksanakan di sekolah masing-masing, sedangkan pelaksanaan ujian pada hari-H wajib dilakukan secara terpusat di lokasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Untuk menjaga integritas kompetisi melalui semangat “Jujur Itu Juara”, pelaksanaan ujian akan diawasi secara langsung oleh panitia daerah dan dipantau melalui Zoom Meeting. Kamera ponsel yang dipasang menggunakan tripod harus ditempatkan di sisi belakang atau samping peserta sehingga wajah peserta, meja kerja, layar komputer, dan jam analog ruangan dapat terlihat dengan jelas selama ujian berlangsung.
Panitia juga menegaskan bahwa peserta dilarang membawa catatan, perangkat komunikasi tambahan di atas meja, maupun memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) selama pelaksanaan ujian. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga kejujuran dan kredibilitas penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional. Sesi berikutnya membahas penggunaan aplikasi Computer Based Test (CBT) berbasis Moodle yang disampaikan oleh Deana Apriana Ramadan dari Tim Aplikasi IPB. Peserta diwajibkan menggunakan komputer atau laptop melalui peramban web dengan mengakses laman resmi osn-bpti.kemendikdasmen.go.id menggunakan akun yang sama seperti saat mengikuti OSN-K.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa waktu ujian berjalan secara serentak dan terpusat sehingga tidak tersedia perpanjangan waktu, termasuk apabila peserta mengalami kendala teknis seperti gangguan jaringan internet maupun listrik padam. Oleh karena itu, sekolah dan panitia daerah diimbau menyiapkan perangkat pendukung seperti UPS maupun generator listrik sebagai langkah antisipasi. Meskipun demikian, sistem CBT telah dilengkapi dengan fitur auto-save sehingga jawaban peserta akan tersimpan secara otomatis selama proses pengerjaan.
Pada sesi breakout room Bidang Kimia, peserta memperoleh penjelasan teknis secara lebih mendalam dari Ibu Dita dan Bapak Fainan selaku perwakilan Dewan Juri Bidang Kimia. Disampaikan bahwa ujian Bidang Kimia akan dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, dengan durasi pengerjaan selama 120 menit. Dalam ujian tersebut peserta diperbolehkan menggunakan kalkulator saintifik non-grafik, sedangkan tabel periodik fisik tidak diperbolehkan karena tabel periodik beserta rumus-rumus pendukung telah tersedia di dalam sistem Moodle. Soal dikerjakan secara berurutan tanpa adanya pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.
Khusus untuk soal dengan jawaban numerik, peserta diwajibkan menggunakan tanda titik (.) sebagai pemisah desimal, tidak menuliskan satuan, serta memperhatikan aturan angka penting (significant figures) agar jawaban berada dalam rentang toleransi penilaian sistem. Sebelum mengerjakan latihan soal, peserta juga diwajibkan menyelesaikan latihan penulisan format angka hingga memperoleh nilai sempurna sebagai bentuk validasi pemahaman terhadap sistem penilaian CBT.
Keikutsertaan Muhammad Tsani Abiyyu dalam technical meeting dan uji coba ini menjadi salah satu bentuk keseriusan MAN 2 Sleman dalam mempersiapkan murid menghadapi ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat provinsi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan serta pendampingan intensif dari guru pembimbing, madrasah berharap peserta mampu tampil optimal dan memberikan hasil terbaik.
Kepala MAN 2 Sleman beserta seluruh keluarga besar madrasah memberikan dukungan penuh kepada Muhammad Tsani Abiyyu agar dapat mengikuti seluruh rangkaian OSN-P 2026 dengan lancar. Semoga semangat belajar, kerja keras, serta doa yang senantiasa menyertai menjadi bekal untuk meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama MAN 2 Sleman, Kabupaten Sleman, serta Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Olimpiade Sains Nasional Tahun 2026. (AQ)