Sleman (MAN 2 Sleman) – Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman kembali menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda. Kamis (13/8/2026), ruang perpustakaan dimanfaatkan sebagai tempat praktik mengajar mahasiswa Program Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jurusan Pendidikan Kimia kepada murid kelas XD MAN 2 Sleman. Materi yang disampaikan mengangkat tema Kimia Hijau (Green Chemistry) dengan mengaitkan konsep kimia dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembelajaran Kimia Hijau bertujuan mengenalkan konsep dan prinsip kimia yang lebih ramah lingkungan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa praktikan menyampaikan materi melalui penjelasan, diskusi, dan contoh-contoh konkret sehingga murid dapat memahami bahwa ilmu kimia tidak hanya berkaitan dengan reaksi dan bahan kimia, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Murid kelas X diajak berdiskusi dan mencermati berbagai penerapan prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pentingnya mengurangi limbah, memilih bahan yang lebih aman, serta menggunakan proses kimia secara lebih efisien. Pendekatan tersebut membuat materi lebih dekat dengan pengalaman dan lingkungan sekitar murid.
Pemanfaatan Perpustakaan Bahrul Ilmi sebagai lokasi praktik mengajar memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi murid. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan memperoleh sumber informasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang mendukung berbagai kegiatan akademik di MAN 2 Sleman.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan praktik mengajar tersebut. Ia menilai kegiatan kolaboratif bersama mahasiswa praktikan dapat menghadirkan pengalaman pembelajaran yang beragam sekaligus mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran.
“Perpustakaan harus hadir sebagai pusat pembelajaran yang dinamis. Ketika ruang perpustakaan dapat digunakan untuk diskusi, praktik mengajar, dan pembelajaran kontekstual seperti Kimia Hijau, berarti perpustakaan telah menjadi bagian nyata dari proses pendidikan, bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku,” ungkapnya.
Melalui praktik mengajar mahasiswa PK UNY ini, murid kelas X tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep Kimia Hijau, tetapi juga diajak membangun kesadaran mengenai pentingnya proses kimia yang aman, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pemanfaatan Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman sebagai ruang belajar yang aktif, terbuka, dan mendukung berbagai aktivitas pendidikan. (SIL)