Sleman (MAN 2 Sleman) – Guru MAN 2 Sleman, Ana Eka Suryati, S.Pd., meraih Juara 1 Guru Dedikatif Jenjang Madrasah Aliyah (MA) pada Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (AGTK) Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 625 Tahun 2026 tentang Pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi kelanjutan dari keikutsertaan Ana Eka dalam AGTK Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2026 pada kategori Guru Dedikatif.

Dalam ajang tersebut, Ana Eka mengangkat inovasi pembelajaran kewirausahaan bertajuk “Dari Kelas ke Kios” yang diterapkan bagi murid dengan hambatan intelektual grahita di MAN 2 Sleman. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus mendorong kemandirian murid sesuai dengan potensi dan kemampuannya.
Melalui Dari Kelas ke Kios, murid belajar kewirausahaan secara bertahap, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, memahami konsep, melakukan praktik produksi, hingga memasarkan hasil produk di lingkungan madrasah. Seluruh proses dilakukan secara terbimbing dengan menyesuaikan kebutuhan belajar murid.
Pembelajaran tersebut tidak hanya berorientasi pada keterampilan menghasilkan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, komunikasi, dan kepercayaan diri murid. Pengalaman langsung dalam proses produksi dan pemasaran memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih Ana Eka. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti dedikasi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang memberikan ruang bagi setiap murid untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Sleman. Dedikasi dan inovasi yang dilakukan Ibu Ana menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan dan potensi murid. Semoga capaian ini semakin memotivasi seluruh guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inklusif dan bermakna,” ungkap Wiranto.
Sementara itu, Ana Eka menyampaikan bahwa Dari Kelas ke Kios dikembangkan dari kebutuhan untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada murid. Menurutnya, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika murid memperoleh kesempatan untuk mencoba, berlatih, dan melihat secara langsung hasil dari proses yang mereka lakukan.
“Yang paling penting bukan sekadar produk yang dihasilkan, tetapi proses ketika murid belajar mempersiapkan, membuat, menawarkan, dan bertanggung jawab terhadap hasil karyanya. Dari proses tersebut, mereka belajar menjadi lebih mandiri dan percaya diri,” tuturnya.
Capaian Juara 1 Guru Dedikatif tingkat DIY menjadi apresiasi atas komitmen Ana Eka dalam mengembangkan pembelajaran yang adaptif dan inklusif. Inovasi Dari Kelas ke Kios sekaligus memperkuat komitmen MAN 2 Sleman dalam memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang, berkarya, dan memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. (SIL)