Sleman (MAN 2 Sleman) – Pustakawan Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman, Chichilia Ika Permata, S.IP., meraih Juara 1 Tenaga Kependidikan Inovatif Jenjang Madrasah Aliyah (MA) pada Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (AGTK) Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026. Capaian tersebut diraih melalui inovasi layanan perpustakaan bertajuk PUSAKA SISWA.
Penghargaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 625 Tahun 2026 tentang Pemenang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Sebelumnya, Chichilia mengikuti AGTK Kementerian Agama Kabupaten Sleman Tahun 2026 pada kategori Pustakawan Inovatif dengan mengangkat inovasi PUSAKA SISWA.

PUSAKA SISWA atau Publikasi Sastra dan Karya Siswa merupakan inovasi layanan perpustakaan yang dikembangkan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan karya murid agar tidak berhenti sebagai tugas pembelajaran semata. Melalui inovasi ini, karya murid dikurasi dan dikembangkan menjadi karya yang dapat dibaca, diapresiasi, serta diakses oleh warga madrasah.
Pelaksanaan PUSAKA SISWA melibatkan kolaborasi antara pustakawan dan guru mata pelajaran. Karya murid yang telah diseleksi dan disunting kemudian diterbitkan dalam bentuk buku antologi dan e-book. Karya yang telah diterbitkan juga ditampilkan melalui Rak Display Karya Siswa serta dapat diakses secara digital menggunakan barcode.
Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada penerbitan karya, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mendapatkan apresiasi atas kreativitas dan proses berkarya. Perpustakaan berperan sebagai ruang dokumentasi, kurasi, dan publikasi sehingga karya murid dapat menjadi bagian dari koleksi sekaligus sumber inspirasi bagi warga madrasah.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi capaian yang diraih Chichilia. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan melalui perpustakaan menunjukkan bahwa layanan perpustakaan dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan potensi murid.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Sleman. PUSAKA SISWA memberikan ruang bagi karya murid untuk tidak hanya tersimpan sebagai tugas, tetapi dapat didokumentasikan dan dipublikasikan sehingga memberikan manfaat dan apresiasi yang lebih luas,” ungkap Wiranto.
Sementara itu, Chichilia menyampaikan bahwa PUSAKA SISWA dikembangkan dari gagasan untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang turut menghidupkan karya dan kreativitas murid. Menurutnya, pustakawan tidak hanya berperan dalam pengelolaan koleksi, tetapi juga dapat menjadi penggerak literasi melalui dokumentasi dan publikasi karya.
“Perpustakaan merupakan ruang lahirnya karya dan inspirasi. Melalui PUSAKA SISWA, kami berupaya memberikan ruang agar karya murid dapat terdokumentasi, diterbitkan, dan diapresiasi. Harapannya, semakin banyak murid yang percaya diri untuk berkarya dan menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari proses kreatif mereka,” tuturnya.
Capaian Juara 1 Tenaga Kependidikan Inovatif tingkat DIY menjadi apresiasi atas upaya Chichilia dalam mengembangkan layanan perpustakaan berbasis karya murid. PUSAKA SISWA sekaligus memperkuat komitmen Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman dalam menghadirkan layanan yang inovatif, mendukung budaya literasi, serta memberikan ruang bagi murid untuk berkarya dan berkembang. (SIL)