Perkuat Literasi Digital, Guru MAN 2 Sleman Ikuti Pengimbasan Child Online Protection

Sleman (Man 2 Sleman)–Penguatan literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengimbasan Implementasi Child Online Protection (COP) dalam Pembelajaran: Penguatan Literasi dan Perlindungan Anak di Ruang Digital bagi Komunitas Pendidikan di Indonesia yang diikuti oleh dua guru PPKn MAN 2 Sleman, Supardi, M.Pd. dan Yeni Susanti, S.Pd., di MAN 1 Yogyakarta, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Berdaya bekerja sama dengan British Embassy Jakarta.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami sekaligus mengimplementasikan prinsip-prinsip Child Online Protection dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan salah satunya melalui studi kasus, sehingga peserta dapat mengeksplorasi berbagai persoalan yang muncul di ruang digital, melakukan pemetaan masalah, menyampaikan pendapat, serta merumuskan pola solusi yang tepat dan akurat. Proses tersebut mendorong guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi dalam merespons berbagai isu digital yang dihadapi peserta didik.

Implementasi COP dalam pembelajaran juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam membangun interaksi yang aman, sehat, dan edukatif dengan peserta didik, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru diharapkan mampu membimbing murid agar memiliki kemampuan berpikir komputasional sekaligus tetap memegang teguh etika dan keamanan digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kecakapan menggunakan perangkat digital, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik untuk bersikap bijak, bertanggung jawab, dan aman dalam beraktivitas di ruang digital.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan bahwa pengimbasan COP menjadi langkah penting untuk memperkuat peran guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. “Guru perlu memiliki pemahaman yang baik tentang dunia digital agar dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada peserta didik. Selain membekali murid dengan literasi digital, guru juga harus menjadi teladan dalam membangun budaya digital yang positif, aman, dan beretika di lingkungan madrasah,” tuturnya.

Keikutsertaan Supardi dan Yeni Susanti diharapkan tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi dapat diimbaskan kepada komunitas pendidikan di MAN 2 Sleman. Pengetahuan dan praktik yang diperoleh diharapkan mampu memperkuat pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan ruang digital sekaligus menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih aman bagi anak. Melalui penguatan literasi dan perlindungan anak di ruang digital, madrasah terus mendorong terwujudnya budaya digital yang positif dan bertanggung jawab. (tsa)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

PUSAKA SISWA Antarkan Chichilia ...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Pustakawan Perpustakaan Bahrul Ilmi MA...
Perkuat Literasi Digital, Guru M...
Sleman (Man 2 Sleman)--Penguatan literasi digital dan perlindu...
Dedikasi Ana Eka Antarkan MAN 2 ...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Guru MAN 2 Sleman, Ana Eka Suryati, S....
STIR BANTER Antarkan Erani MAN 2...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Guru olahraga MAN 2 Sleman, Erani Sara...
Tiga GTK MAN 2 Sleman Raih Juara...
SLEMAN (MAN 2 Sleman) – Tiga guru dan tenaga kependidikan (GTK...
Skrining Kesehatan Gratis, Langk...
Sleman (MAN 2 Sleman) — Menjaga kesehatan merupakan salah satu...

Hubungi kami di : 6285725028052

Kirim email ke kamiadmin@man2sleman.sch.id

Download App Man2Sleman

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman