SLEMAN (MAN 2 Sleman) – Semarak peringatan Hari Bahasa dan Hari Santri Nasional 2026 terasa di halaman MAN 2 Sleman, Kamis (22/10/2026). Mengusung semangat literasi, seni, dan nilai-nilai kesantrian, kegiatan Gema Bahasa dan Festival Hari Santri berlangsung meriah dengan menampilkan beragam potensi murid sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi warga madrasah yang berkontribusi dalam pengembangan budaya literasi.

Berbagai penampilan dan perlombaan memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari hadroh, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), tilawah, drama contest, story telling, pidato, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), hingga nasyid. Kemeriahan semakin terasa dengan peluncuran buku karya warga madrasah serta pemberian penghargaan kepada guru dan murid yang terpilih sebagai Duta Literasi. Acara ditutup dengan penampilan band inklusi yang menjadi simbol bahwa setiap murid memiliki potensi, kesempatan, dan ruang yang sama untuk berkarya serta menunjukkan kemampuannya.
Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan bahwa Gema Bahasa dan Festival Hari Santri merupakan momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, memperkuat tradisi literasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan murid. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga mampu membangun keberanian murid untuk berekspresi, meningkatkan budaya membaca dan menulis, serta menumbuhkan karakter santri yang berakhlak mulia, kreatif, dan berprestasi. Peluncuran buku dan pemberian penghargaan Duta Literasi menjadi langkah nyata untuk menghidupkan budaya literasi di madrasah,” ungkapnya. Kutipan ini merupakan draf yang dapat disesuaikan dengan pernyataan langsung kepala madrasah.
Penampilan band inklusi pada penghujung acara menjadi pesan kuat bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk berprestasi. Melalui Gema Bahasa dan Festival Hari Santri 2026, MAN 2 Sleman menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang literat, religius, inklusif, dan inspiratif. Semangat berbahasa, berkarya, dan berkarakter santri diharapkan terus tumbuh, tidak hanya dalam perayaan, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian seluruh warga madrasah.
