Sleman, 21 Oktober 2026 — MAN 2 Sleman terpilih menjadi salah satu madrasah yang menjadi objek pengambilan gambar dan dokumentasi video oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia dalam kegiatan Visualisasi Lensa Pendidikan Islam.

Kegiatan yang berlangsung pada 21 Oktober 2026 ini bertujuan mendokumentasikan berbagai praktik baik pendidikan Islam, khususnya pelaksanaan pendidikan inklusi di lingkungan madrasah.
Tim Ditjen Pendis yang melaksanakan kegiatan dokumentasi terdiri atas Amira Prihatiningsih, Linda Maulida, Bayu Radix Asari, dan Alfi Sa’diyah, yang merupakan bagian dari Humas Setditjen Pendis.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengambilan gambar sejumlah aktivitas di MAN 2 Sleman yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kepedulian sosial, penguatan karakter, dan pembiasaan keagamaan.
Salah satu fokus utama dokumentasi adalah praktik pendidikan inklusi yang mengedepankan kebersamaan, kesetaraan, serta penghargaan terhadap keberagaman kemampuan murid.
Potret Cinta Sesama ditampilkan melalui interaksi positif antarmurid, termasuk kebersamaan dengan murid penyandang disabilitas. Dokumentasi ini menggambarkan sikap saling menghargai, kepedulian, dan kesediaan membantu teman dalam kegiatan sehari-hari. Praktik tersebut menjadi cerminan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan memberikan ruang bagi setiap murid untuk berpartisipasi.

Selain pendidikan inklusi, pengambilan gambar juga menyoroti nilai Cinta Allah dan Rasul-Nya melalui kegiatan murid yang saling menyimak dan mengoreksi hafalan Al-Qur’an serta kegiatan berdoa dengan khusyuk di masjid madrasah. Aktivitas tersebut menunjukkan pembiasaan nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di MAN 2 Sleman.
Nilai Cinta Tanah Air turut diangkat melalui aktivitas murid memainkan alat musik tradisional dan permainan tradisional. Kegiatan ini menjadi bentuk pengenalan dan pelestarian budaya bangsa di lingkungan pendidikan. Tim juga mendokumentasikan suasana madrasah dan berbagai praktik baik yang mendukung proses pembelajaran.
Kepala MAN 2 Sleman, Wiranto Prasetyahadi, menyambut baik kegiatan dokumentasi yang dilakukan Ditjen Pendis. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan praktik pendidikan inklusi sekaligus komitmen madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman.
“Pendidikan inklusi bukan sekadar memberikan kesempatan belajar, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, sikap saling menghargai, dan kebersamaan. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan madrasah yang ramah dan mendukung setiap murid untuk berkembang sesuai potensinya,” ungkapnya.

Kepala Tata Usaha MAN 2 Sleman, Aini Maslihatin, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap dokumentasi yang dilakukan Ditjen Pendis dapat memperkenalkan praktik baik madrasah kepada masyarakat luas serta menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.
“Kami berharap dokumentasi ini dapat menunjukkan bahwa madrasah mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif, religius, dan berbudaya. Semoga praktik baik di MAN 2 Sleman dapat memberikan inspirasi bagi madrasah lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan Visualisasi Lensa Pendidikan Islam, MAN 2 Sleman berharap praktik baik pendidikan inklusi semakin dikenal dan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan yang lebih ramah, adil, dan setara. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam mengembangkan kemampuan akademik murid, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kepedulian dan penghargaan terhadap sesama. (tik)