Sleman — Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan kunjungan ke kelas literasi di Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman pada Rabu, 15 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung hasil karya serta produk literasi siswa, khususnya yang melibatkan siswa difabel dalam kegiatan literasi madrasah.

Dalam kunjungan tersebut, Tim BPKP menaruh perhatian pada bagaimana siswa difabel dapat mengakses koleksi perpustakaan dan berpartisipasi aktif dalam program literasi. Mereka mengamati berbagai hasil karya siswa serta mekanisme layanan yang dirancang agar inklusif dan ramah bagi semua peserta didik.

Kedatangan Tim BPKP disambut hangat oleh Chichilia Ika Permata, S.IP selaku pustakawan MAN 2 Sleman. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa program literasi di Perpustakaan Bahrul Ilmi dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh siswa, termasuk siswa difabel. “Untuk siswa difabel, kami memfasilitasi akses melalui e-book sehingga mereka tetap dapat membaca dengan nyaman. Setelah itu, mereka juga membuat resume seperti siswa lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hasil resume siswa dapat dikumpulkan melalui berbagai cara yang fleksibel. “Resume bisa dikirim melalui WhatsApp untuk kemudian kami rekap oleh pustakawan, atau ditulis langsung oleh siswa dalam bentuk tulisan braille sesuai kebutuhan mereka,” imbuhnya.
Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., turut memberikan tanggapan positif atas kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa literasi inklusif merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh siswa. “Kami berupaya memastikan bahwa tidak ada siswa yang tertinggal dalam kegiatan literasi, termasuk siswa difabel. Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan budaya literasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.
Beliau juga berharap kunjungan Tim BPKP dapat menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam pengembangan perpustakaan yang ramah difabel dan berbasis inovasi.
Melalui kunjungan ini, Tim BPKP memberikan apresiasi terhadap upaya MAN 2 Sleman dalam menghadirkan program literasi yang inklusif dan adaptif. Program ini dinilai mampu mendorong partisipasi aktif seluruh siswa tanpa terkecuali, sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan perpustakaan berbasis inklusi.
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen madrasah dalam mengembangkan layanan literasi yang ramah difabel serta berkelanjutan di masa mendatang.(shil)
MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH