Sleman (MAN 2 Sleman)- MAN 2 Sleman menjadi tuan rumah kegiatan Pengukuhan Pengurus Wilayah Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari Rabu (14/10/2026) di Aula Lantai 2. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi para pendidik madrasah dalam mengembangkan pendidikan inklusif yang ramah, adil, dan memberikan kesempatan belajar bagi seluruh murid, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan pengukuhan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Dikmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Sidik Pramono, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus FPMI DIY yang telah dikukuhkan. Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah dengan baik, diberikan kelancaran, serta mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.
Sidik Pramono menyampaikan bahwa FPMI memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak inovasi pendidikan inklusif. Melalui forum ini, para pendidik dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi setiap murid.
Ia juga menekankan pentingnya belajar dari madrasah yang telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Dalam hal ini, MA di DIY yang telah menerapkan layanan inklusif, termasuk MAN 2 Sleman, dapat menjadi rujukan bagi madrasah lain yang ingin mengembangkan program serupa.
MAN 2 Sleman dinilai memiliki pengalaman yang dapat dibagikan, baik dalam pengembangan layanan bagi murid berkebutuhan khusus, keterlibatan guru, maupun pembentukan budaya madrasah yang inklusif.
Pengukuhan pengurus wilayah FPMI DIY ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi titik awal penguatan gerakan pendidikan inklusif yang berkelanjutan. FPMI diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para pendidik untuk melahirkan inovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman.
Sebagai tuan rumah, MAN 2 Sleman menunjukkan dukungannya terhadap penguatan jejaring pendidik madrasah inklusif di DIY. Melalui kolaborasi dan semangat berbagi praktik baik, pendidikan inklusif diharapkan semakin berkembang sehingga setiap murid memperoleh kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan meraih prestasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Hal ini senada disampaikan Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., kegiatan pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap murid.
Wiranto juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan Pengurus Wilayah Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) DIY di MAN 2 Sleman. (Qoma)