Sleman, 23 Oktober 2026 — MAN 2 Sleman menggelar Pelatihan dan Deklarasi Sahabat Inklusi pada Jumat (23/10/2026) di Aula Bawah MAN 2 Sleman. Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah, setara, dan menghargai keberagaman.

Mengusung semangat “Wujudkan Generasi Sahabat Inklusi yang Peduli, Setara, dan Berani Beraksi”, kegiatan ini diikuti oleh murid kelas X. Para peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kepedulian, kesetaraan, serta peran aktif seluruh warga madrasah dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Zykra Zakiah, M.Pd., dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Deni Septyanugraha, S.Pd., Ketua DPD Pertuni Provinsi D.I. Yogyakarta periode 2020–2025. Sementara itu, Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.
Dalam pemaparannya, Zykra Zakiah menjelaskan acuan kualitas pendidikan inklusif yang mencakup akses, partisipasi, dukungan dan kolaborasi, serta penghargaan terhadap perbedaan individu. Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga memastikan setiap murid memperoleh dukungan dan kesempatan berpartisipasi sesuai kebutuhannya.
Sementara itu, Deni Septyanugraha membagikan pengetahuan tentang cara mendampingi dan menolong teman yang memiliki keterbatasan, khususnya penyandang disabilitas, dengan tepat. Tidak hanya menyampaikan materi, Pak Deni juga mempraktikkan secara langsung cara memberikan bantuan agar para murid dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui praktik tersebut, murid diajak untuk lebih peka, tidak bersikap asal membantu, serta tetap menghormati kemandirian dan kenyamanan teman yang dibantu.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk menumbuhkan karakter murid yang peduli dan menghargai perbedaan.
“Melalui kegiatan Sahabat Inklusi ini, kami berharap murid-murid MAN 2 Sleman memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama, mampu menghargai perbedaan, dan memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan. Inklusi bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam keseharian,” ungkapnya.

Melalui pelatihan dan deklarasi ini, MAN 2 Sleman berharap para murid dapat menjadi Sahabat Inklusi yang berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua. Semangat inklusi diharapkan terus tumbuh, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah. (tik)