
Sleman (MAN 2 Sleman) – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar MAN 2 Sleman. Salah satu gurunya, Yeni Susanti, berhasil memperoleh kesempatan pendanaan pendidikan melalui program Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) Magister Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dalam program tersebut, Yeni Susanti tercatat memilih Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai perguruan tinggi tujuan dengan program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Kesempatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesionalisme guru, sekaligus wujud semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi.
Program Bantuan Penyelesaian Pendidikan merupakan salah satu upaya Kementerian Agama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi. Program ini dilaksanakan oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan.
Melalui program tersebut, pemerintah memberikan dukungan kepada mahasiswa jenjang magister (S2) dan doktor (S3) dalam negeri agar dapat menyelesaikan pendidikan mereka. Pada program tahun 2026, bantuan yang disediakan sebesar Rp20 juta untuk jenjang magister dan Rp25 juta untuk jenjang doktor.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Sleman untuk terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualifikasi akademik, serta memperluas wawasan keilmuan. Peningkatan kualitas pendidik merupakan salah satu faktor penting dalam menghadirkan pembelajaran yang bermutu, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan murid.
Keluarga besar MAN 2 Sleman menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas kesempatan yang diperoleh Yeni Susanti. Semoga proses pendidikan yang ditempuh dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi pengembangan diri, serta membawa kontribusi positif bagi kemajuan madrasah dan dunia pendidikan.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat belajar dan meningkatkan kapasitas diri merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing. (AQ)