Sleman (MAN 2 Sleman) – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Sleman dalam mewujudkan tata kelola data yang akurat dan berkualitas terus dilakukan. Salah satunya dengan mengirimkan operator EMIS, Atiqah Ainur Rahma, S.IP., untuk mengikuti Sosialisasi Aplikasi EMIS GTK Baru yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman di Aula Lantai 3 kantor kemenag Sleman, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh operator EMISdari berbagai madrasah di Kabupaten Sleman. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman mengenai implementasi EMIS GTK Baru, platform pendataan digital resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengelola data profil, penugasan, dan administrasi guru serta tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.
Sosialisasi dipandu oleh Johan Yulian, selaku Admin Operator Kabupaten Sleman, bersama Zhaefa Katun, pengelola data Education Management Information System (EMIS) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut, narasumber memaparkan berbagai pembaruan pada EMIS GTK Baru, mulai dari mekanisme aktivasi akun, pemutakhiran data profil dan penugasan GTK, proses verifikasi serta validasi data, hingga penyelesaian berbagai kendala teknis yang sering ditemui operator madrasah. Kegiatan juga diwarnai sesi diskusi interaktif sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai permasalahan yang dihadapi di satuan kerja masing-masing.
Narasumber menjelaskan bahwa EMIS GTK Baru merupakan basis data utama yang terintegrasi bagi guru dan tenaga kependidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Data yang tersimpan dalam sistem ini menjadi acuan dalam pelaksanaan berbagai program strategis, seperti penetapan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penyaluran berbagai bentuk insentif sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, ketepatan dan kemutakhiran data menjadi tanggung jawab penting setiap operator madrasah.
Usai mengikuti kegiatan, Atiqah Ainur Rahma mengaku memperoleh banyak informasi baru mengenai implementasi EMIS GTK Baru. Menurutnya, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prosedur pengelolaan data sekaligus solusi atas berbagai kendala teknis yang kerap dihadapi operator.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai fitur-fitur baru EMIS GTK, proses validasi data, serta pentingnya menjaga data guru dan tenaga kependidikan agar selalu akurat dan mutakhir. Ilmu yang saya peroleh akan segera diterapkan di MAN 2 Sleman sehingga pengelolaan data dapat berjalan lebih optimal sesuai ketentuan Kementerian Agama,” ungkap Atiqah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan EMIS GTK tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga memerlukan kerja sama seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menyampaikan data yang benar dan terkini sehingga kualitas basis data madrasah tetap terjaga.
Secara terpisah, Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan operator madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi operator merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola administrasi berbasis digital di lingkungan madrasah.
“EMIS GTK merupakan sistem yang sangat strategis karena menjadi basis data resmi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama. Kami berharap hasil sosialisasi ini dapat diimplementasikan dengan baik sehingga pengelolaan data di MAN 2 Sleman semakin akurat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan. Data yang valid akan mendukung kelancaran berbagai program dan layanan bagi GTK,” tutur Wiranto.
Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi ini, MAN 2 Sleman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Implementasi EMIS GTK Baru diharapkan mampu mendukung transformasi digital madrasah sekaligus memastikan seluruh data GTK tersaji secara valid sebagai dasar pelaksanaan berbagai program Kementerian Agama. (tik)