
Dalam penampilan tersebut, Muhammad Sattar bertugas sebagai vokalis, sementara Ghilman Nizar mengiringi dengan permainan keyboard. Keduanya membawakan tiga lagu dengan nuansa yang beragam. Penampilan dibuka dengan lagu ciptaan mereka sendiri, kemudian dilanjutkan dengan lagu dari grup band D’Masiv dan ditutup dengan lagu dari Denny Caknan.
Salah satu hal istimewa dari penampilan ini adalah kedua murid tersebut merupakan penyandang disabilitas netra. Keterbatasan penglihatan tidak menghalangi mereka untuk terus mengembangkan potensi, mengekspresikan kreativitas, dan menunjukkan kemampuan bermusik di hadapan para tamu undangan serta keluarga besar MAN 2 Sleman.

Penampilan Muhammad Sattar dan Ghilman Nizar menjadi salah satu gambaran nyata komitmen MAN 2 Sleman sebagai madrasah inklusi dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi setiap murid untuk berkembang sesuai dengan bakat dan potensinya. Setiap murid memiliki keunikan, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk berprestasi serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan madrasah.
Melalui penampilan tersebut, keduanya turut menghadirkan pesan bahwa musik dapat menjadi bahasa universal yang menyatukan, melampaui perbedaan, dan menjadi ruang bagi setiap individu untuk menunjukkan kemampuannya.
Apresiasi dan kebanggaan tentu layak diberikan kepada Muhammad Sattar dan Ghilman Nizar. Semoga penampilan ini menjadi motivasi bagi seluruh murid MAN 2 Sleman untuk terus percaya diri, berani berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
MAN 2 Sleman: Memberikan ruang bagi setiap potensi, merayakan setiap prestasi. (AQ)