Sleman (MAN 2 Sleman) — Murid kelas XI E MAN 2 Sleman memanfaatkan Perpustakaan Bahrul Ilmi sebagai ruang pembelajaran mata pelajaran Sosiologi pada Kamis (23/7/2026). Pembelajaran materi Masalah Sosial dipandu oleh guru Sosiologi, Nurul Latifah Fauziyah, S.Pd., sebagai upaya mengoptimalkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.
Pembelajaran dilaksanakan di ruang Perpustakaan Bahrul Ilmi dengan memanfaatkan fasilitas Smart TV sebagai sarana pendukung pembelajaran. Penggunaan media digital tersebut membantu guru menyajikan materi secara lebih interaktif, sementara suasana perpustakaan yang nyaman dan koleksi referensi yang beragam mendorong murid untuk aktif berdiskusi, menggali informasi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Nurul Latifah Fauziyah mengatakan bahwa pemanfaatan ruang perpustakaan yang didukung fasilitas Smart TV membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan variatif. “Melalui pembelajaran di perpustakaan, murid tidak hanya memperoleh materi dari penjelasan guru, tetapi juga dapat mengakses berbagai referensi yang tersedia. Dukungan Smart TV membantu penyampaian materi menjadi lebih menarik sehingga murid lebih aktif berdiskusi, bertanya, dan mengemukakan pendapat,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran lintas mata pelajaran. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung terwujudnya pembelajaran yang aktif dan berbasis literasi.
“Perpustakaan merupakan jantung pembelajaran di madrasah. Pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar menunjukkan bahwa literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan, tetapi juga terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Saya berharap semakin banyak guru yang memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar sehingga budaya literasi di MAN 2 Sleman semakin tumbuh dan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran,” ungkap Wiranto.
Melalui pemanfaatan Perpustakaan Bahrul Ilmi sebagai ruang pembelajaran, MAN 2 Sleman terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Sinergi antara guru, perpustakaan, dan murid diharapkan semakin memperkuat budaya literasi serta menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan menyenangkan di lingkungan madrasah.(SIL)