Dari Peristiwa Menjadi Berita: Tim Jurnalistik MAN 2 Sleman Belajar Produksi Majalah REKAT

Sleman (MAN 2 Sleman) — Sebanyak 10 murid yang tergabung dalam Tim Jurnalistik MAN 2 Sleman mengikuti Launching Majalah REKAT sekaligus pelatihan produksi media sekolah di Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung B UNRIYO, Ruang Rapat B102, tersebut menjadi ruang belajar bagi murid untuk mengenal lebih dekat proses kerja jurnalistik, mulai dari menemukan peristiwa hingga mengemasnya menjadi konten media sekolah.

Majalah REKAT merupakan majalah internal MAN 2 Sleman yang dikembangkan melalui kolaborasi antara MAN 2 Sleman dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Respati Yogyakarta. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman nyata kepada murid dalam mengembangkan literasi media, kemampuan jurnalistik, serta kreativitas dalam menghasilkan karya.

Kegiatan dipimpin oleh M. Solihin, S.Kom., M.Kom., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, M. Solihin menyampaikan sambutan sebagai perwakilan Prodi Ilmu Komunikasi UNRIYO, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari guru MAN 2 Sleman, Annik Qurniawati, S.Pd.

Memasuki agenda utama, peserta diperkenalkan dengan konsep dan rubrik yang menjadi bagian dari Majalah REKAT. Beragam konten disiapkan untuk merekam dinamika kehidupan madrasah, di antaranya Advertorial, Liputan Utama, Lifestyle, Karya Murid, Prestasi Murid, Jejak Alumni, serta sejumlah rubrik lainnya.

Keragaman rubrik tersebut menunjukkan bahwa media sekolah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang dokumentasi, apresiasi, edukasi, dan ekspresi kreativitas warga madrasah.

Setelah sesi launching, kegiatan berlanjut dengan materi “Mengenal Media Sekolah dan Produksi Majalah.” Dalam sesi ini, murid diajak memahami salah satu tahap paling mendasar dalam kerja jurnalistik, yakni kemampuan melihat dan menemukan peristiwa yang memiliki nilai untuk diberitakan.

M. Solihin menjelaskan bahwa lingkungan sekolah menyimpan banyak peristiwa yang dapat dikembangkan menjadi karya jurnalistik. Peristiwa tersebut perlu diamati, dipilih, dikumpulkan informasinya, kemudian diolah sesuai dengan karakter tulisan yang akan dibuat.

Peserta juga diperkenalkan pada beberapa bentuk karya jurnalistik, mulai dari berita, feature, opini, hingga karya kreatif. Dengan demikian, murid tidak hanya diarahkan untuk mampu menulis, tetapi juga memahami bagaimana menentukan sudut pandang (angle) dan bentuk penyajian yang sesuai dengan karakter sebuah peristiwa.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan anatomi dan tata letak (layout) majalah. Murid dikenalkan pada bagaimana teks, foto, judul, ilustrasi, dan elemen visual lainnya ditata agar menghasilkan halaman majalah yang informatif sekaligus menarik secara visual.

Pembelajaran semakin interaktif ketika murid diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung materi yang telah diperoleh. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta mengidentifikasi peristiwa menarik yang dapat ditemukan di lingkungan sekolah.

Dari peristiwa yang dipilih, masing-masing kelompok kemudian mengembangkan gagasan untuk menentukan konten yang akan disajikan. Proses tersebut dilanjutkan dengan penyusunan rancangan layout majalah secara berkelompok.

Tahap praktik ini memberikan pengalaman kepada murid bahwa produksi media tidak berhenti pada kemampuan menulis. Sebuah konten membutuhkan proses mulai dari menemukan ide, menentukan fokus, mengolah informasi, menyusun tulisan, hingga menata unsur visual agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.

Hasil kerja kelompok kemudian dipresentasikan di hadapan peserta lainnya. Dalam sesi ini, murid mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan gagasan, pilihan konten, serta rancangan layout yang telah mereka buat. Presentasi juga menjadi ruang bagi peserta untuk saling memberikan tanggapan dan memperkaya perspektif.

Kegiatan Launching Majalah REKAT dan pelatihan produksi media tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan teori komunikasi dengan praktik jurnalistik secara langsung. Murid tidak hanya berperan sebagai pembaca media, tetapi mulai dikenalkan sebagai produsen informasi yang dituntut mampu mengamati, memverifikasi, mengolah, dan menyajikan informasi secara kreatif.

Kolaborasi MAN 2 Sleman dengan Program Studi Ilmu Komunikasi UNRIYO diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kompetensi literasi media dan jurnalistik. Kehadiran Majalah REKAT pun diharapkan tidak sekadar menjadi media internal madrasah, tetapi berkembang sebagai wadah bagi murid untuk merekam berbagai prestasi, aktivitas, gagasan, dan kreativitas warga MAN 2 Sleman.

Melalui pengalaman tersebut, Tim Jurnalistik MAN 2 Sleman belajar bahwa setiap sudut madrasah menyimpan cerita. Tugas seorang jurnalis muda adalah menemukan cerita tersebut, mengolahnya menjadi informasi yang bernilai, dan menyampaikannya kepada pembaca dengan cara yang menarik, akurat, dan bertanggung jawab. (AQ)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Dari Peristiwa Menjadi Berita: T...
Sleman (MAN 2 Sleman) — Sebanyak 10 murid yang tergabung dalam...
Enam Guru Peserta PIGPM MAN 2 Sl...
Sleman (MAN 2 Sleman) — Enam guru MAN 2 Sleman peserta Program...
Jelang Semifinal, Dua Murid MAN ...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Dua murid MAN 2 Sleman, Nabila Nuraini...
Pemilihan OSIM MAN 2 Sleman Usai...
Sleman, (MAN 2 Sleman, 27/8/26) – Pelaksanaan Pemilihan Ketua ...
Dua Tim MAN 2 Sleman Lolos Selek...
Sleman (MAN 2 Sleman, 27/8/26) – Dua tim dari MAN 2 Sleman ber...
Dua Murid MAN 2 Sleman Lolos Sem...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Dua murid MAN 2 Sleman, yaitu Nabila N...

Hubungi kami di : 6285725028052

Kirim email ke kamiadmin@man2sleman.sch.id

Download App Man2Sleman

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman