Enam Guru Peserta PIGPM MAN 2 Sleman Tampilkan Inovasi Pembelajaran

Sleman (MAN 2 Sleman) — Enam guru MAN 2 Sleman peserta Program Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM) mempresentasikan hasil inovasi kegiatan belajar mengajar (KBM) serta pelaksanaan tugas tambahan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Sleman, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut on job training (OJT) yang telah dilaksanakan para peserta di satuan kerja masing-masing. Presentasi dihadiri dan disaksikan oleh Pengawas MAN 2 Sleman, Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd.

PIGPM merupakan salah satu tahapan pengembangan profesionalisme guru pemula. Sebelum melaksanakan OJT, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan pada 6–8 Oktober 2025 di MAN 3 Sleman. Bekal tersebut kemudian diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pengembangan inovasi di madrasah masing-masing.

Dalam presentasi tersebut, para guru tidak sekadar memaparkan program yang telah dilaksanakan, tetapi juga menyampaikan gagasan dan praktik pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan murid serta karakteristik lingkungan MAN 2 Sleman sebagai madrasah inklusi.

Presentasi diawali oleh Niar Widha Paramplita, S.Pd., guru Seni Budaya, dengan inovasi “Peningkatan Kemampuan Praktik Menari terhadap Murid Difabel pada Pembelajaran Seni Budaya dan Pengembangan Apresiasi Seni Tari pada Program ULD MAN 2 Sleman.” Inovasi ini menitikberatkan pada pengembangan kemampuan murid difabel dalam praktik seni tari sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan apresiasi terhadap seni.

Selanjutnya, Auliyatun Nisa, S.Sos., guru Bimbingan dan Konseling, mempresentasikan “Optimalisasi Layanan BK terkait Pengenalan Madrasah Inklusi melalui Layanan Klasikal dan Individual bagi Murid Kelas X.” Program tersebut dikembangkan untuk membantu murid kelas X mengenal lingkungan dan budaya madrasah inklusi serta memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan melalui layanan klasikal maupun individual.

Presentasi ketiga disampaikan Vionita Vara A., S.Pd., guru SKI, melalui inovasi “Pengembangan Media Pembelajaran Podcast SKI yang Inklusif Guna Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 2 Sleman.” Pemanfaatan podcast menjadi alternatif media pembelajaran yang diharapkan mampu menghadirkan materi SKI secara lebih menarik dan mudah diakses oleh murid dengan beragam karakteristik belajar.

Berikutnya, Annik Qurniawati, S.Pd., guru Kimia, memaparkan inovasi “Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Kimia Berupa Kartu Unsur Braille untuk Meningkatkan Pemahaman Murid Difabel Netra MAN 2 Sleman.” Media tersebut dirancang untuk membantu murid dengan hambatan penglihatan memahami materi unsur kimia melalui media pembelajaran yang bersifat taktil dan adaptif.

Sementara itu, Muthia Herawati, S.Pd., guru Sosiologi, mengangkat inovasi “MADRASAH SOCIAL CHANGE PROJECT: Inovasi Pembelajaran Sosiologi Berbasis Proyek untuk Menganalisis dan Menciptakan Perubahan Sosial di Lingkungan Madrasah.” Melalui proyek tersebut, murid didorong untuk mengamati fenomena sosial di lingkungan madrasah, melakukan analisis, serta menghasilkan gagasan atau aksi nyata yang dapat memberikan dampak positif.

Sebagai presenter terakhir, Budi Aditya W., S.Pd.I., guru Fikih, menyampaikan inovasi “Pengembangan Media Audio Fikih Ibadah Wudhu dan Shalat Adaptif bagi Murid Difabel Netra di MAN 2 Sleman.” Pengembangan media audio menjadi salah satu bentuk adaptasi pembelajaran untuk membantu murid difabel netra memahami materi dan tata cara praktik ibadah secara lebih mandiri.

Enam inovasi tersebut memperlihatkan beragam pendekatan yang dikembangkan para guru, mulai dari pemanfaatan teknologi dan media audio, pembelajaran berbasis proyek, layanan bimbingan dan konseling, hingga pengembangan media pembelajaran adaptif bagi murid difabel.

Selain mempresentasikan inovasi KBM, para peserta juga menyampaikan pelaksanaan tugas tambahan yang diperoleh selama menjalankan tugas di MAN 2 Sleman. Sesi tersebut menjadi ruang untuk merefleksikan pengalaman selama OJT sekaligus memperoleh masukan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas.

Kegiatan presentasi PIGPM diharapkan menjadi bagian penting dalam proses penguatan kompetensi guru pemula. Lebih dari sekadar memenuhi tahapan program, inovasi yang lahir dari proses tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di MAN 2 Sleman.

Semangat berinovasi dan keberpihakan pada kebutuhan murid menjadi pesan penting dari kegiatan ini. Melalui guru-guru yang terus belajar dan beradaptasi, MAN 2 Sleman berupaya menghadirkan pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan bermakna bagi seluruh murid. (AQ)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Dari Peristiwa Menjadi Berita: T...
Sleman (MAN 2 Sleman) — Sebanyak 10 murid yang tergabung dalam...
Enam Guru Peserta PIGPM MAN 2 Sl...
Sleman (MAN 2 Sleman) — Enam guru MAN 2 Sleman peserta Program...
Jelang Semifinal, Dua Murid MAN ...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Dua murid MAN 2 Sleman, Nabila Nuraini...
Pemilihan OSIM MAN 2 Sleman Usai...
Sleman, (MAN 2 Sleman, 27/8/26) – Pelaksanaan Pemilihan Ketua ...
Dua Tim MAN 2 Sleman Lolos Selek...
Sleman (MAN 2 Sleman, 27/8/26) – Dua tim dari MAN 2 Sleman ber...
Dua Murid MAN 2 Sleman Lolos Sem...
Sleman (MAN 2 Sleman) – Dua murid MAN 2 Sleman, yaitu Nabila N...

Hubungi kami di : 6285725028052

Kirim email ke kamiadmin@man2sleman.sch.id

Download App Man2Sleman

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman