Sleman – Puncak perayaan Bulan Bahasa dan Hari Santri Nasional (HSN) di MAN 2 Sleman semakin semarak dengan peluncuran dua buku karya literasi pada Rabu (21/10/2026). Bertempat di lapangan atas MAN 2 Sleman, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas serta produktivitas literasi guru dan siswa di lingkungan madrasah.

Dua buku yang diluncurkan adalah Sepenggal Kisah di Bulan Suci: Antologi Cerpen Guru dan Murid MAN 2 Sleman dan Ronce Tembung: Antologi Geguritan Karya Siswa MAN 2 Sleman.
Buku Sepenggal Kisah di Bulan Suci lahir dari program literasi Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman. Buku ini menghimpun karya cerita pendek dari guru dan siswa yang dituangkan melalui beragam kisah dan pengalaman, khususnya yang berkaitan dengan bulan suci.

Sementara itu, Ronce Tembung merupakan hasil kolaborasi Perpustakaan Bahrul Ilmi dengan guru mata pelajaran Bahasa Jawa MAN 2 Sleman. Antologi ini memuat karya geguritan siswa sebagai bentuk ekspresi sastra Jawa sekaligus upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah di kalangan generasi muda.

Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, menyampaikan apresiasi atas terbitnya kedua buku tersebut. Menurutnya, karya literasi guru dan siswa merupakan bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas, potensi, dan kemampuan berekspresi.
“Peluncuran dua buku ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Sleman. Kami berharap kegiatan literasi seperti ini terus berkembang dan menjadi motivasi bagi guru maupun siswa untuk berani menuangkan gagasan, pengalaman, serta pemikirannya dalam bentuk karya tulis. Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang berpengetahuan, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap budaya,” ungkapnya.

Kepala Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman, Nurul Latifah Fauziyah, menjelaskan bahwa penerbitan kedua antologi tersebut merupakan bagian dari upaya perpustakaan dalam menyediakan ruang bagi warga madrasah untuk berkarya. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan mencari referensi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kreativitas dan produktivitas literasi.
“Melalui penerbitan Sepenggal Kisah di Bulan Suci dan Ronce Tembung, kami ingin menunjukkan bahwa setiap guru dan siswa memiliki potensi untuk menghasilkan karya yang bermakna. Kami berharap perpustakaan dapat terus menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya ide, kreativitas, dan keberanian untuk menulis, sekaligus memperkenalkan karya-karya warga madrasah kepada masyarakat luas,” tuturnya.
Peluncuran kedua buku tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi di madrasah dapat tumbuh melalui kolaborasi dan ruang berkarya yang diberikan kepada guru maupun siswa. Tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi warga madrasah untuk menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Momentum Bulan Bahasa dan Hari Santri Nasional pun menjadi semakin bermakna dengan hadirnya karya-karya tersebut. Melalui literasi, MAN 2 Sleman terus berupaya menumbuhkan generasi yang kreatif, berbudaya, serta mampu menuangkan gagasan dan pengalaman dalam bentuk tulisan.
Dengan diluncurkannya dua buku ini, diharapkan semangat berkarya dan budaya literasi di MAN 2 Sleman semakin berkembang serta menginspirasi lahirnya karya-karya berikutnya. Kehadiran kedua antologi ini sekaligus menegaskan komitmen madrasah dalam membangun ekosistem literasi yang produktif, kolaboratif, dan berkelanjutan. (tik)