Sleman (MAN 2 Slm) – Perpustakaan Bahrul Ilmi MAN 2 Sleman menjadi ruang pembelajaran Bahasa Indonesia bagi murid kelas X A, Kamis (13/8/2026). Dalam pembelajaran materi Teks Laporan Hasil Observasi, murid dipersiapkan untuk melakukan pengamatan terhadap berbagai objek makhluk hidup di lingkungan sekitar madrasah di bawah bimbingan guru pengampu, Sari Dwi Hartiwi, S.S.
Murid dibagi dalam kelompok beranggotakan 4–5 orang. Setiap kelompok menentukan objek yang akan diamati dan menyiapkan langkah pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, serta studi pustaka. Informasi yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan penyusunan laporan hasil observasi.

Tidak hanya membuat laporan, murid juga ditantang mengolah hasil pengamatan menjadi video vlog dan infografis. Dengan demikian, satu kegiatan observasi menghasilkan beberapa bentuk karya yang memadukan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan pemanfaatan media digital.
Sari Dwi Hartiwi, S.S. menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses memperoleh dan mengolah informasi. “Melalui kegiatan ini, murid belajar mengamati, mencari informasi dari berbagai sumber, kemudian mengolahnya menjadi karya yang informatif dan menarik,” jelasnya.
Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., mengapresiasi pemanfaatan Perpustakaan Bahrul Ilmi sebagai ruang pembelajaran aktif. “Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, tempat murid tidak hanya membaca, tetapi juga berdiskusi, mencari informasi, mengolah pengetahuan, dan menghasilkan karya,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 2 Sleman menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui observasi, wawancara, studi pustaka, serta pengembangan vlog dan infografis, murid diharapkan semakin terampil dalam mengolah informasi, bekerja sama, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara kreatif. (SIL)