Sleman – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP) melakukan kunjungan ke MAN 2 Sleman pada Rabu, 15 Februari 2026, dalam rangka mengamati secara langsung pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah.

Kegiatan diawali dengan pemaparan alur pelaksanaan pendidikan inklusif yang disampaikan oleh Koordinator Unit Layanan Difabel (ULD) MAN 2 Sleman, Sari Dwi Hartiwi, S.S. Dalam paparannya, Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan inklusif di MAN 2 Sleman dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan, dimulai dari tahap penerimaan murid baru hingga evaluasi hasil belajar.
Adapun alur yang disampaikan meliputi proses penerimaan peserta didik baru, dilanjutkan dengan tahap identifikasi dan asesmen kebutuhan siswa. Selanjutnya, dilakukan penyusunan profil belajar siswa sebagai dasar dalam merancang pembelajaran yang sesuai. Tahap berikutnya mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, hingga evaluasi dan penyusunan laporan hasil belajar peserta didik.
Setelah sesi pemaparan, tim BPKP melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi kelas inklusi untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang berlangsung. Dalam kunjungan tersebut, tim mengamati interaksi antara guru dan siswa serta penerapan strategi pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan madrasah sebagai salah satu pusat sumber belajar yang mendukung pembelajaran inklusif. Kunjungan diakhiri di Unit Layanan Difabel (ULD), di mana tim BPKP berkesempatan berdialog langsung dengan siswa berkebutuhan khusus untuk memperoleh gambaran nyata terkait pengalaman belajar mereka di MAN 2 Sleman.
Kepala MAN 2 Sleman, Wiranto Prasetyahadi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPKP tersebut. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. “Kami sangat terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari BPKP. Kunjungan ini memberikan energi baru bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus agar mendapatkan hak pendidikan yang setara,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa MAN 2 Sleman akan terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pendidikan inklusif, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, maupun layanan pendukung seperti Unit Layanan Difabel, sehingga seluruh peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai potensi masing-masing.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan implementasi pendidikan inklusif, sehingga layanan pendidikan yang diberikan semakin optimal dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik secara adil dan setara.(shil)
MAN 2 SLEMAN © PORTAL MADRASAH