Sleman – MAN 2 Sleman Melakukan kegiatan workshop Penguatan Riset untuk murid kelas XI MAN 2 Sleman yang telah memasuki hari kedua, Rabu (12/8/2026), di Aula Bawah MAN 2 Sleman. Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan ide menjadi gagasan penelitian hingga penyusunan rancangan penelitian dengan menghadirkan Asyif Awaludin Romadhoni, M.Pd., Direktur Lab Citta Pramana, sebagai narasumber.

Sebelum kegiatan dimulai, Kepala MAN 2 Sleman, Drs. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., memberikan arahan dan motivasi kepada para murid. Ia mendorong murid untuk membangun rasa ingin tahu, berani bertanya, serta tidak ragu mengembangkan berbagai persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar menjadi gagasan penelitian.
“Jangan takut memiliki ide. Jangan takut bertanya dan jangan takut mencoba. Dari sebuah pertanyaan sederhana, bisa lahir penelitian yang hebat dan bahkan menjadi sebuah inovasi,” pesan Kepala Madrasah.
Ia menegaskan bahwa riset bukan hanya tentang menghasilkan sebuah karya, tetapi juga merupakan proses untuk melatih murid berpikir kritis, mengamati persoalan, mencari data, serta menemukan solusi berdasarkan proses yang sistematis.

Pada sesi bertajuk From Idea to Research Draft, murid diajak memahami tahapan awal penelitian secara lebih terarah. “Ide penelitian tidak langsung menjadi judul, tetapi perlu melalui proses penggalian, pemilahan, dan pengujian agar dapat dikembangkan menjadi penelitian yang layak,” jelas Asyif.
Materi diawali dengan kegiatan The Idea Hunt atau berburu ide. Murid diarahkan untuk menuangkan berbagai pemikiran dan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kemudian menyaringnya berdasarkan sejumlah pertimbangan, seperti relevansi masalah, kelayakan untuk diteliti, ketersediaan data, serta kecukupan waktu penelitian.
Melalui proses tersebut, murid mulai mengenali perbedaan antara sekadar memiliki gagasan dan memiliki gagasan yang dapat dikembangkan menjadi penelitian. Salah satu contoh topik yang diberikan dalam sesi tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran siswa.
Kegiatan kemudian diarahkan pada penyusunan gagasan penelitian secara lebih sistematis. Murid tidak hanya dituntut menemukan topik, tetapi juga mulai memikirkan permasalahan yang akan dikaji sehingga dapat menjadi dasar penyusunan rancangan penelitian.

Workshop Penguatan Riset MAN 2 Sleman dilaksanakan selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, untuk membekali murid kelas X dan XI dengan kemampuan dasar dalam merancang penelitian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat budaya riset sekaligus mendorong murid menghasilkan karya yang inovatif dan relevan dengan kehidupan. (tik)